Postingan

MIMPIKU DAN LOGIKA 2015

Gambar
Oleh Rhona Febriany Sary Maka nikmat Tuhan kamu mana yang kamu dustakan? (Q.S. ar-Rahman).  Bermimpilah, Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. (Arai-Sang Pemimpi) “Mengikuti Lomba Karya Tulis”. Kalimat tersebut merupakan salah satu mimpi yang kuselipkan di antara kumpulan mimpi. Terlihat sangat sederhana. Tetapi itu target besar bagiku, karena selama hidupku belum pernah aku mengikuti lomba karya tulis yang bersifat penelitian. Meskipun info selalu datang menghampiri tapi untuk memulai tersa berat sekali. Oleh karena itu, hal tersebut kutorehkan di awal semester 5 perkuliahanku. Kesempatan itu datang juga, “ Call for Abstract ” demikian bunyi kompetisi tersebut. Peserta diminta mengirimkan abstrak dari paper masing-masing dan akan diseleksi untuk ke tahap selanjutnya. Karena didorong rasa ingin mencoba yang kuat sekali, akhirnya aku mengajak adik tingkat untuk menjadi tim. Mereka adalah Intan dan Wanto. Lomba yang bertajuk “LOGIKA 2015”  ini diadakan oleh Himpunan...

RATU DISKON

Gambar
Jum’at, 9 Januari 2015 Sumber: Google      Huuaaaahhhh.... Hari ini UAS menguras otak. Analisis riil dan geometri transformasi yang cukup membuat kepala ini menyut-menyut. Namun, ada keriangan tersendiri bagi kelas kami. Ini UAS TERAKHIR di semester ini, guysssss... !!! Senangnya... Liburan di depan mata. Okay, saya pulang ke kosan dengan kelegaan meskipun kepala terasa sedikit sakit. Setibanya di kamar tercinta teman kosan minta ditemani ke salah satu mall di Palembang. Saya bukan orang yang doyan pergi ke mall dan shopping, tapi karena  teman meminta dengan sangat dan saya pikir ujian telah berakhir, apa salahnya mengabulkan hal itu. Dengan modal motor bapak kos kami meluncur ke mall tersebut.      Sesuai yang direncanakan, kami naik ke lantai 4 karena tujuannya membeli alas kaki (read: sandal dan sepatu). Di awal tahun 2015 ini masih banyak diskon yang menggiurkan. Kami menyusuri setiap produk mencari yang ngena di hati. Akhirnya te...

Hafidz Indonesia

Gambar
Hafidz Quran bukan hal yang asing lagi di telingaku, hampir setiap umat muslim di seluruh jagat raya ini sangat mengagungkan para hafidz dan hafidzah ini. Di bulan Ramadhan penuh berkah ini stasiun TV swasta RCTI menayangkan sebuah program yang sangat inspiratif yakni Hafidz Indonesia. Subhanallah.. Di antara sinetron cinta-cintaan yang sangat tidak mendidik, di antara kompetisi yang beraneka ragam,  di antara hiruk pikuk pilpres dan di antara suka citanya menyambut perhelatan akbar sepak bola dalam memperebutkan piala dunia, Hafidz Indonesia hadir menyejukkan Ramadhan tahun ini. Para peserta yang masih kecil ini sanggup membuat ribuan bahkan jutaan penonton meneteskan air mata karena terharu.  Air mata ini tak urung berbinar kala mengingat Abiw yang masih berumur 3,5 tahun itu memukau dengan hapalan ayat sucinya.

INSPIRASI DI PENGHUJUNG JUNI

Gambar
Malas baru saja menghampiriku dan amboinya kipas angin ini menggodaku untuk merebahkan diri ini. Aku merasa letih dengan semua rutinitas yang menghimpitku. Aku ingin pulang, teriak batinku. Tugas kuliah, ujian, amanah organisasi menumpuk di pundak. aku rindu hidup nyaman.. eits tiba-tiba Trans7 menayangkan kisah hidup seorang Farhan. Kisah orang pinggiran yang membuatku meneteskan air mata petang ini. Anak kecil ini harus menjalani hidup yang berat. Ia dan kedua adiknya tinggal bersama neneknya. Namun, yang membuatku semakin tak tega,neneknya mengalami gangguan jiwa. Masya Allah, berat sekali tanggung jawabmu, Nak.. Farhan harus berjalan dari satu desa ke desa yang lain untuk mengais sampah. Ya, mengais sampah. Anak usia SD ini terus berjalan demi menyambung hidup. Ia mengumpulkan sampah untuk membantu kehidupan sehari-hari dan untuk jajan kedua adiknya. Ia tak ingin adiknya merasakan apa yang ia alami. Subhanalllah, sungguh mulia hatimu.

Sumatera Peace Summit 2014

Gambar
Akhir weekend kusibukkan dengan berselancar di dunia maya mencari informasi sana-sini. Keinginanku ingin mengikuti event ke luar kota begitu besar. di antara deretan informasi, mataku menangkap agenda bertajuk “Sumatera Peace Summit”. Usut punya usut di dalamnya ada agenda konferensi perdamaian untuk pemuda se-Indonesia. Tekatku cuma satu   “mencoba apapun hasilnya”. Dengan mengisi formulir dan esai yang menerangkan renca pasca konferensi tersebut. Kala itu aku benar-benar kebingungan mengisi kolom esai tersebut. Karena di kampus sering diadakannya seminar, maka kutuliskan saja “seminar persatuan”.   Aku tak berharap banyak, gagal pun tak apa, setidaknya menghabiskan jatah gagal, begitu pikirku. Waktu pun bergulir, aku bahkan lupa kapan acara itu dilaksanakan ditambah kesibukan ujian semester tiga yang menyita waktu. Tetapi kalau rezeki tak kan kemana, aku hampir tak percaya sebuah email mengisi inbox -ku berisi pengumuman bahwa aku terpilih menjadi satu di antara lima p...

Untuk Kau, Orang Kaya !

Gambar
Seorang dosen berkata, “Untuk masuk SD xxxx (nama sekolah swasta), mahal sekali.   Siswanya dari anak orang kaya, dan gurunya pun memang berkualitas. Hanya untuk biaya pendaftarannya saja tujuh belas juta rupiah.” Sontak sekelas ber-woow takjub. Tapi tidak denganku. Aku yang dulu menduduki bangku SD negeri yang biasa saja dan aku juga dari keluarga miskin. Yah, memang demikian begitu adanya. Di rumahku dulu tak punya listrik, di saat anak orang kaya seperti kalian berkenalan dengan komputer, aku harus belajar di bawah temaram lampu minyak. Di kala kalian tertawa riang dengan mainan mewah kalian, aku dan teman-temanku sibuk dengan bermain tanah yang disebut kotor dan berkuman itu. Karena faktor ekonomi itulah aku memang tak pernah mencicipi belajar di sekolah elite.   Kalimat “Siswanya dari anak orang kaya, dan gurunya pun memang berkualitas” begitu menghancurkan hatiku. Bagaimana dengan anak miskin seperti aku ? tak pantaskah mendapat guru hebat nan berkualitas itu. ...

first -->

Bismillah.. ini postingan pertamaku.